Festival Film Internasional Busan (BIFF) ke-31 resmi mengumumkan jajaran tamu dan program lengkapnya pada Senin (1/9/2026), menghadirkan deretan bintang perfilman kelas dunia yang akan memeriahkan acara berlangsung 6-15 Oktober mendatang di Busan Cinema Center, Korea Selatan. Tahun ini, BIFF menghadirkan seleksi terbesar sejak 2019 dengan 246 film dari 59 negara, menandai kebangkitan signifikan festival perfilman Asia terkemuka ini setelah pandemi.
Dalam pengumuman resminya, panitia mengungkap bahwa BIFF tahun ini menjadi momentum bersejarah setelah secara resmi diakui oleh Federasi Internasional Asosiasi Produser Film (FIAPF) sebagai festival "A-list", menempatkannya setara dengan Cannes, Berlin, Venesia, Sundance, dan Toronto. Pengakuan ini membawa konsekuensi penting: pemenang Busan Award – Best Film kini berhak mengajukan diri untuk kategori Film Fitur Internasional di ajang Piala Oscar.
Jajaran Bintang Dunia Memukau
Daftar tamu tahun ini tergolong paling mentereng dalam sejarah BIFF. Aktris Prancis Isabelle Huppert akan membawa film terbarunya "All About Corinne" karya sutradara Marc Fitoussi, menandai kolaborasi keempat mereka. Sementara itu, Maggie Gyllenhaal melakukan kunjungan pertamanya ke Korea untuk mempresentasikan film pendek "Flesh Impact", yang dibuat untuk memperingati ulang tahun ke-100 kelahiran Marilyn Monroe. Gyllenhaal juga akan berpartisipasi dalam sesi Special Talk yang mendiskusikan warisan aktris legendaris tersebut.
Penggemar perfilman Asia juga disuguhi kehadiran sutradara Jepang Kore-eda Hirokazu dengan film terbarunya "Look Back", adaptasi manga karya Fujimoto Tatsuki. Sementara itu, Fan Bingbing dari Tiongkok hadir bersama rekan senegaranya Shu Qi dan Zhou Xun, sekaligus menampilkan pilihan Carte Blanche-nya: "The Handmaiden" karya Park Chan-wook. Kehadiran ketiga bintang Tiongkok ini menandai momen kembalinya perfilman Tiongkok ke panggung internasional setelah beberapa tahun absen.
Michelle Yeoh Dianugerahi Asian Filmmaker of the Year
Momen paling mengharukan diumumkan melalui penghargaan Asian Filmmaker of the Year yang diberikan kepada Michelle Yeoh, aktris Asia pertama yang memenangkan Piala Oscar untuk Aktris Terbaik. Yeoh kembali ke BIFF setelah 15 tahun kehadiran terakhirnya dan akan tampil dalam film gala "It's My Time" garapan sutradara Bai Xue, yang memerankan wanita berusia 70 tahun yang menghadapi tantangan tak terduga. Sementara itu, sineas Hong Kong Ann Hui akan menerima Camellia Award atas kontribusinya dalam meningkatkan status perempuan di industri film, dan pendiri BIFF Kim Dong-ho menerima Korean Cinema Award.
| Penghargaan | Penerima | Asal |
|---|---|---|
| Asian Filmmaker of the Year | Michelle Yeoh | Malaysia/Hong Kong |
| Camellia Award | Ann Hui | Hong Kong |
| Korean Cinema Award | Kim Dong-ho | Korea Selatan |
Sinema Indonesia Bersinar di Kompetisi Utama
Dalam sektor kompetisi utama, sinema Indonesia menampilkan kekuatan yang mengesankan. Dua film Indonesia masuk dalam 14 nominasi kompetisi, yaitu "Ibuku" karya Eddie Cahyono (produserko Indonesia-Jepang) dan "The Sea Speaks His Name" dari sutradara berbakat Yosep Anggi Noen. Keduanya akan bersaing dengan film-film dari Korea, Jepang, Tiongkok, Taiwan, Iran, dan Uzbekistan.
Sutradara Indonesia legendaris Christine Hakim juga dijadwalkan hadir sebagai tamu kehormatan, memperkuat representasi perfilman Indonesia di kancah internasional. Sementara itu, sineas Filipina Lav Diaz kembali ke Korea setelah absen selama satu dekade, dan sutradara Iran Majid Majidi – yang dikenal lewat "Children of Heaven" – untuk pertama kalinya akan menghadiri festival ini dengan film kompetisi "Midday Meal".
Seleksi Film Terbesar Sejak 2019
BIFF tahun ini memperluas jam tayang selama periode tersibuk dari empat menjadi lima slot harian dari Kamis hingga Minggu, memberikan kesempatan lebih besar bagi penonton untuk menikmati film-film yang paling banyak dibicarakan. Festival juga membuka satu hari lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu pada Selasa, 6 Oktober.
Program gala tahun ini menampilkan lima film yang disertai kehadiran sutradara dan pemeran utama, termasuk "Look Back" dari Kore-eda, "All About Corinne" dari Marc Fitoussi, "A Girl's Story" dari Judith Godrèche yang mengangkat kenalan paling intim pemenang Nobel Annie Ernaux, "It's My Time" dengan Michelle Yeoh, dan "Dora" karya July Jung yang sebelumnya premiere di Directors' Fortnight Cannes.
Di luar kompetisi, sektor Window on Asian Cinema menghadirkan 28 film tambahan dari pembuat film mapan dan baru yang bekerja di seluruh Asia dan diasporanya, sementara sektor Icons menampilkan 35 film karya master perfilman dunia seperti Pedro Almodóvar, Werner Herzog, Hamaguchi Ryusuke, dan David Lowery. Jepang mengirim delegasi besar yang dipimpin oleh Nagasawa Masami, termasuk Emoto Tasuku, Ishibashi Shizuka, Kuroki Haru, dan bintang-bintang muda berbakat lainnya.
"Ini adalah edisi BIFF yang paling ambisius sejak pandemi. Dengan pengakuan FIAPF A-list dan jalur menuju Oscar, festival ini kini menjadi gerbang utama perfilman Asia ke panggung global," ujar seorang analis industri perfilman.
Comments (0)