Nov 04, 2026
Entertainment

Film What Remains Tayang Perdana di San Sebastián 2026

KOTA SAN SEBASTIÁN, SPANYOL — Sutradara Turki Yeşim Ustaoğlu kembali ke panggung festival film bergengsi dengan karya terbarunya, What Remains (Artakalan),

Film What Remains Tayang Perdana di San Sebastián 2026

KOTA SAN SEBASTIÁN, SPANYOL — Sutradara Turki Yeşim Ustaoğlu kembali ke panggung festival film bergengsi dengan karya terbarunya, What Remains (Artakalan), yang menggelar pemutaran perdana dunia pada Selasa, 22 September 2026, di San Sebastián International Film Festival. Drama minimalis berdurasi 126 menit itu masuk dalam kompetisi resmi edisi ke-74 festival tersebut dan langsung menuai pujian kritis sebagai potret perlahan namun menohok tentang pasangan seniman yang terjebak di titik mati kehidupan.

Awal Mula: Keluarga Intelektual yang Mandek

Kisah dibuka di sebuah apartemen di Istanbul yang penuh buku, piringan hitam, lukisan, dan mainan buatan tangan — penanda kehidupan intelektual yang kaya. Di sanalah Elif, penyair ternama yang lama terhenti berkarya, dan Mehmet, guru musik yang malam hari rekaman bersama band eksperimental, membesarkan putra mereka, Selim.

  1. Elif mengalami blokir kreatif berkepanjangan meski reputasinya sebagai penyair sudah mapan.
  2. Mehmet kehilangan pekerjaan tetap sebagai guru musik sehingga rumah tangga kehilangan penghasilan pasti.
  3. Krisis paruh baya memuncak dalam satu adegan panjang dan menegangkan, ketika keduanya memutuskan berpisah meski rasa cinta masih ada.

Titik Balik: Jalan Pulang ke Asal

Naskah karya Ustaoğlu sendiri itu berubah arah secara dramatis setelah Elif memutuskan meninggalkan apartemen, menitipkan Selim kepada Mehmet, dan meluncur dengan mobilnya menuju tempat yang tak diketahui. Sementara itu, Mehmet menerima telepon bahwa ayahnya, Mustafa, sedang sekarat di kampung halaman.

"Jika kamu mencintai sesuatu, lepaskanlah," demikian pepatah lama yang dipegang film ini — meski What Remains menawarkan versi yang lebih gelap: mungkin yang pergi tak akan pernah kembali, dan justru itulah bentuk pemulihan tersendiri.

Kedua perjalanan itu menjadikan film ini road movie tentang dua orang yang bersinggungan kembali dengan akar dirinya. Mehmet menghadapi sang ayah dan sebuah tragedi keluarga yang lama dikubur, sementara Elif tiba di desa pegunungan di tepi tebing tengah Turki tempat kakek-neneknya tinggal puluhan tahun silam.

Visual dan Suara Jadi Bahasa Utama

Sinematografer Kiril Prodanov menangkap keindahan lanskap Turki dalam bidang widescreen yang anggun, membingkai Elif terhadap hamparan salju dan cahaya alami yang lembut. Menariknya, meski tokoh utamanya seorang penyair dan seorang musisi, film ini jauh lebih banyak berbicara lewat gambar daripada kata.

  • Durasi 126 menit dengan tempo lambat yang disengaja.
  • Pemeran utama: Oyku Karayel, Metin Akdulger, Ali Kayra Kul, dan veteran Ilyas Salman.
  • Produksi: Ustaoglu Film (Turki) bersama Cité Films (Prancis), Tarantula (Luksemburg), dan RFF (Bulgaria).
  • Jadwal rilis: mengikuti tur festival setelah San Sebastián, dengan peluang tayang di bioskop Eropa.

Dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter, Ustaoğlu menyebut proyek ini sebagai karya personal yang lahir ketika ia kembali mempertanyakan makna sisa-sisa kehidupan. Kritikus menilai konflik film terjadi lebih banyak di dalam diri tokoh, sehingga menuntut kesabaran penonton — namun justru di situlah kekuatannya.

Reaksi Kritis dan Prospek

The Hollywood Reporter menyebut What Remains sebagai "drama tenang dengan perasaan yang dalam", sementara Screen Daily menyoroti perjalanan pasangan yang berbelah arah dalam karya visual memukau. Pasangan karayel-Akdulger dipuji mampu menggambarkan kegelisahan mendalam tanpa banyak dialog. Kritikus juga mencatat bahwa adegan pembuka terasa lambat, namun film ini berkembang menjadi potret jujur tentang seniman yang menemukan jalan keluar dari kegelapan.

Bagi Ustaoğlu — sutradara film Clair Obscur — What Remains mempertegas reputasinya sebagai pembuat film yang berani memilih kesunyian daripada ledakan emosi. Di tengah tren sinema yang menuntut kecepatan, karya ini membuktikan bahwa keindahan pedesaan Turki dan kesabaran bercerita masih mampu menggugah.

• Tayang perdana: San Sebastián Film Festival • Durasi: 126 menit • Pemain: Oyku Karayel, Metin Akdulger, Ilyas Salman Drama seniman yang terjebak, lalu pulang ke asal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User