ANKARA/BAGDAD — Turki dan Irak pada Rabu (25/2/2026) mengumumkan bahwa Ankara akan menyerahkan pengendalian pangkalan militer Bashiqa di utara Irak kepada pemerintah Irak secara bertahap. Langkah ini diambil untuk memperkuat otoritas negara Irak sekaligus meredakan ketegangan lama antara dua negara tetangga tersebut.
Pangkalan Bashiqa selama bertahun-tahun menjadi sumber sensitivitas diplomatik. Kehadiran pasukan Turki di wilayah tersebut tanpa persetujuan penuh pemerintah pusat Bagdad telah memicu protes berulang dari Irak. Kini, kedua pihak menegaskan komitmen bersama untuk menuntaskan persoalan tersebut melalui mekanisme transisi yang terkendali.
Latar Belakang Ketegangan
Ketegangan soal Bashiqa sudah berlangsung lama. Pangkalan tersebut dioperasikan Turki untuk mendukung operasi melawan kelompok bersenjata di perbatasan, termasuk ancaman yang selama ini dianggap Ankara sebagai risiko keamanan nasional. Bagdad, di sisi lain, menilai kehadiran militer asing semacam itu melanggar kedaulatan Irak.
Dalam pernyataan bersama, kedua ibu kota menegaskan bahwa penyerahan tahap awal akan segera dimulai. Proses ini akan melibatkan koordinasi erat antara aparat keamanan Turki, militer Irak, serta otoritas regional di Kurdistan dan pemerintah pusat.
"Penyerahan pangkalan ini menandai babak baru hubungan Turki-Irak yang lebih seimbang dan saling menghormati kedaulatan," ujar seorang pejabat yang mengutip pernyataan resmi kedua pihak.
Tahapan Penyerahan Pangkalan
- Tahap pertama: Turki menyerahkan pengendalian fasilitas utama Bashiqa kepada pasukan keamanan Irak dalam waktu dekat.
- Tahap kedua: Personel Turki ditarik secara bertahap sementara fungsi pengawasan perbatasan dialihkan ke aparat Irak.
- Tahap ketiga: Pemerintah pusat Bagdad mengambil alih pengelolaan penuh area pangkalan beserta infrastruktur pendukungnya.
- Tahap keempat: Pemantauan bersama dilakukan untuk memastikan transisi berjalan lancar tanpa gangguan keamanan.
Menurut keterangan resmi, mekanisme ini dirancang agar otoritas negara Irak diperkuat tanpa menciptakan kekosongan keamanan di kawasan yang rawan konflik. Koordinasi akan dilakukan melalui jalur militer dan diplomatik yang sudah disepakati kedua pihak.
Reaksi Para Pihak
Irak menyambut baik pengumuman tersebut sebagai langkah pemulihan kedaulatan. Selama ini, kehadiran pasukan Turki di utara Irak kerap menjadi bahan perdebatan di parlemen dan media lokal. Dengan transisi ini, pemerintah Irak berharap citra kedaulatannya di mata publik domestik membaik.
Sementara itu, Turki menegaskan bahwa penyerahan pangkalan bukan berarti penghentian kerja sama keamanan. Ankara menegaskan komitmennya tetap bekerja sama dengan Bagdad dalam menghadapi ancaman lintas batas, khususnya kelompok yang selama ini menjadi target operasi militer Turki di wilayah tersebut.
- Penyerahan dilakukan secara bertahap untuk menjaga stabilitas.
- Pemerintah pusat Irak diperkuat melalui pengambilalihan pengelolaan pangkalan.
- Kerja sama keamanan bilateral tetap berlanjut.
- Mekanisme pemantauan bersama disiapkan untuk fase transisi.
Para analis menilai kesepakatan ini dapat menjadi template penyelesaian sengketa kehadiran militer asing di kawasan. Jika transisi berjalan mulus, tidak tertutup kemungkinan model serupa diterapkan pada isu-isu keamanan lain yang selama ini mengganjal hubungan Ankara-Bagdad.
Dunia internasional diperkirakan akan mengikuti perkembangan penyerahan pangkalan ini dengan seksama, mengingat utara Irak tetap menjadi kawasan strategis dalam dinamika keamanan Timur Tengah.
Comments (0)