Lembaga Konservasi Laut Desak Konsumen Kurangi Konsumsi Hake dan Coley
LONDON — Sebuah lembaga amal lingkungan yang bergerak di bidang konservasi laut mengeluarkan peringatan terbaru kepada para pembeli produk makanan laut di
LONDON — Sebuah lembaga amal lingkungan yang bergerak di bidang konservasi laut mengeluarkan peringatan terbaru kepada para pembeli produk makanan laut di Inggris. Mereka diminta untuk mengurangi konsumsi ikan hake dan coley, dua jenis ikan yang selama ini dipromosikan sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti ikan kod. Peringatan ini muncul setelah stok kedua spesies tersebut menunjukkan penurunan signifikan dan tekanan penangkapan ikan yang terus meningkat.
Marine Conservation Society (MCS), organisasi nirlaba yang berbasis di Inggris, secara rutin menerbitkan panduan bernama Good Fish Guide. Panduan ini menjadi acuan bagi konsumen maupun pelaku bisnis kuliner dalam memilih produk makanan laut yang berkelanjutan. Sistem penilaian yang digunakan menyerupai lampu lalu lintas: hijau untuk pilihan terbaik, kuning untuk kategori menengah, dan merah untuk produk yang sebaiknya dihindari.
Peringatan Sebelumnya Kini Berbalik Arah
Ironi terjadi dalam rekomendasi terbaru ini. Sebelumnya, MCS justru mendorong konsumen untuk menghindari ikan kod yang ditangkap di perairan Inggris karena populasi ikan tersebut mengalami penurunan drastis. Sebagai gantinya, masyarakat diarahkan untuk membeli hake Eropa atau coley yang dinilai lebih berkelanjutan. Namun, kini kedua spesies pengganti itu justru menghadapi masalah serupa.
“Penurunan stok dan meningkatnya tekanan penangkapan ikan telah menyebabkan penurunan peringkat keberlanjutan untuk dua alternatif kod yang populer,” demikian pernyataan resmi MCS seperti dikutip dalam laporan terbaru mereka.
Perubahan status keberlanjutan ini menjadi pukulan bagi para konsumen yang selama ini berusaha membuat pilihan ramah lingkungan. Mereka yang sebelumnya beralih dari kod ke hake atau coley kini dihadapkan pada kenyataan bahwa pilihan alternatif tersebut tidak lagi seaman yang diperkirakan.
Dampak bagi Konsumen dan Industri
Penurunan peringkat ini memiliki implikasi luas, tidak hanya bagi konsumen individu tetapi juga bagi sektor ritel dan restoran yang bergantung pada panduan MCS untuk menyusun menu dan kebijakan pengadaan bahan baku. Berikut sejumlah poin kunci dari perkembangan ini:
- Stok menurun: Populasi hake dan coley dilaporkan mengalami tekanan akibat penangkapan berlebihan di perairan Eropa dan Atlantik.
- Peringkat turun: Kedua spesies kini masuk kategori yang perlu diwaspadai dalam sistem lampu lalu lintas MCS.
- Konsumen bingung: Alternatif yang sebelumnya direkomendasikan kini tidak lagi menjadi pilihan utama.
- Peran bisnis: Pelaku usaha makanan laut didorong untuk meninjau ulang rantai pasok mereka agar tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
MCS menegaskan bahwa panduan Good Fish Guide bukan sekadar daftar belanja, melainkan alat advokasi untuk mendorong praktik perikanan yang bertanggung jawab. Organisasi ini berharap konsumen tidak hanya mengganti satu spesies dengan spesies lain, tetapi juga mempertimbangkan asal-usul, metode penangkapan, dan status stok secara menyeluruh.
“Kami ingin konsumen memahami bahwa keberlanjutan bukan soal memilih ikan yang sedang tren, melainkan memahami dampak dari setiap keputusan pembelian terhadap ekosistem laut,” ujar perwakilan Marine Conservation Society.
Langkah MCS ini mencerminkan tantangan yang lebih besar dalam industri perikanan global. Ketika satu spesies dinilai bermasalah, tekanan beralih ke spesies lain, dan siklus ini berpotensi menguras populasi ikan secara bergantian jika tidak dikelola dengan kebijakan yang ketat. Para ahli menyerukan pendekatan yang lebih holistik, termasuk pengelolaan kuota tangkap, perlindungan kawasan pemijahan, serta transparansi rantai pasok.
Bagi konsumen di Inggris, pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: kurangi konsumsi hake dan coley, cari informasi terbaru melalui panduan keberlanjutan, dan pertimbangkan variasi sumber protein laut yang benar-benar terverifikasi. Perubahan kecil dalam kebiasaan belanja, jika dilakukan secara kolektif, dinilai dapat memberi tekanan positif bagi industri untuk berbenah.
Comments (0)